Close Menu
Bhinnian Beauty
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Bhinnian Beauty
    • Skincare
    • Makeup
    • Body & Hair
    • Review Produk
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Bhinnian Beauty
    Makeup

    💄 Makeup sebagai Bentuk Self-Healing: Lebih dari Sekadar Riasan

    Riana SariBy Riana Sari8 Oktober 20255 Mins Read
    self-healing-make-up
    self-healing-make-up
    Reading Time: 4 minutes

    “Pernah tiba-tiba kamu duduk di depan cermin tengah malam, membuka pouch makeup tanpa alasan jelas, dan mulai merapikan alis, memberi highlight, atau coba eyeshadow? Atau, tiba-tiba checkout lip tint lucu meskipun koleksinya sudah seabrek? Itu bukan sekadar iseng — bisa jadi itu cara kamu ‘menyentuh’ jiwa melalui riasan.”

    Makeup sering dipandang sebagai alat estetika: “biar cantik”, “tampil di foto”, atau “cantik di depan orang lain”. Tapi ada sisi lain yang kadang terlupakan: makeup bisa menjadi medium ekspresi diri, terapi emosional, dan cara kecil merawat diri. Di artikel ini, kita akan menyelami bagaimana proses makeup bisa jadi bagian dari self-healing ala Gen Z — lengkap dengan wawasan psikologis, potensi manfaatnya, dan juga catatan agar tidak jadi kebiasaan yang merugikan.

    Daftar isi

    • Landasan Teoritis & Bukti Ilmiah
      • a. Makeup & Kesehatan Mental: Apa Kata Penelitian
      • b. Teori Psikologis yang Relevan
      • c. Makeup & Persepsi Sosial
    • 3. Fenomena di Kalangan Gen Z: Kasus Nyata & Tren
      • a. GRWM Malam Hari Tanpa Alasan
      • b. Belanja Makeup Impulsif
      • c. Makeup untuk Validasi Sosial
      • d. Makeup sebagai Safe Space Kreatif
    • Rangkaian Manfaat & Risiko
    • Tips & Strategi Agar Self-Healing Lewat Makeup Lebih Sehat
    • Kesimpulan & Ajakan

    Landasan Teoritis & Bukti Ilmiah

    a. Makeup & Kesehatan Mental: Apa Kata Penelitian

    • Sebuah studi menunjukkan bahwa penggunaan makeup yang konsisten bisa menurunkan gejala depresi, memperbaiki citra diri, dan bahkan menurunkan kadar kortisol (hormon stres).

    • Makeup bisa menciptakan “ruang tenang” bagi seseorang — aktivitas yang fokus, ritualistik, dan artistik — yang membantu perasaan kontrol diri dan keterhubungan dengan diri sendiri.

    • Rutin merias wajah juga bisa membantu “mentally ground” diri kita ketika pikiran melayang ke hal negatif atau ketika mood sedang fluktuatif.

    b. Teori Psikologis yang Relevan

    • Emotional approach coping: konsep bahwa melibatkan ekspresi dan pemrosesan emosional (bukan penghindaran) bisa membantu menghadapi stres. Makeup bisa menjadi saluran ekspresi, ketika kita menuangkan suasana hati ke warna, goresan, atau bentuk.

    • Motivation & affect (Solomon) — keputusan konsumen (termasuk membeli makeup) sering didorong bukan hanya oleh fungsi, tapi oleh afeksi / motivasi emosional. Dalam konteks ini, makeup menjadi medium tindakan yang bermuatan emosional (pelarian, reward, validasi).

    • Teori self-perception: kadang seseorang menilai dirinya sendiri lewat apa yang dia lakukan. Saat kamu “beraksi” dengan makeup, mungkin kamu memberi sinyal ke otak sendiri: “Aku peduli pada diriku”, “Aku bisa mengubah tampilanku”, “Aku bisa mengekspresikan moodku”.

    c. Makeup & Persepsi Sosial

    • Makeup tidak hanya memengaruhi bagaimana kita melihat diri kita sendiri, tapi bagaimana orang lain memandang kita. Dengan riasan, wajah sering dianggap lebih menarik dan positif oleh orang lain.

    • Penelitian juga menunjukkan bahwa riasan ringan dapat mengurangi pengalaman emosi negatif pada pihak penerima interaksi (misalnya lawan bicara) dibanding tanpa makeup.

    • 3. Fenomena di Kalangan Gen Z: Kasus Nyata & Tren

      a. GRWM Malam Hari Tanpa Alasan

      Tren “Get Ready With Me tengah malam” sering muncul di TikTok / media sosial — cewek duduk depan cermin dan merias wajah hanya sebagai aktivitas “me time”, bukan untuk pergi ke mana pun. Aktivitas ini bisa menjadi cara untuk memfokuskan pikiran, mencari ketenangan, atau menjadi ritual pelepas stres.

      b. Belanja Makeup Impulsif

      Meski koleksinya sudah melimpah, banyak yang tetap checkout — bisa karena review bagus, packaging menarik, “diskon kilat”, atau hanya karena ingin mood-boost. Itu bisa dianggap sebagai self-reward impulsif. Namun sisi risiko: bisa menumpuk produk yang tak terpakai, boros, atau bahkan rasa bersalah.

      c. Makeup untuk Validasi Sosial

      Salah satu motivasi makeup adalah ingin “dilihat”, diakui, mendapat komentar atau like. Di era media sosial, makeup kadang menjadi “alat” ekspresi eksternal agar image kita cocok dengan perhatian audiens.

      d. Makeup sebagai Safe Space Kreatif

      Banyak yang menyampaikan bahwa merias wajah memberi rasa “aku punya kendali atas diriku saat itu”. Warna, bentuk, gradasi — semuanya bisa disesuaikan mood. Proses blending eyeshadow, memilih kombinasi warna, atau mengeksplor tekstur — itu semua menjadi bentuk seni kecil yang menyenangkan.

    • Rangkaian Manfaat & Risiko

    • Manfaat Self-Healing lewat Makeup Catatan / Potensi Risiko
      Memberi rasa kontrol dalam situasi emosional Jika bergantung berlebihan, bisa jadi pelarian tak sehat
      Meningkatkan self-esteem & citra diri Bila terlalu bergantung pada makeup agar “siap tampil” → bisa menimbulkan kecemasan
      Menjadi ritual mindful / grounding Jika dilakukan dalam keadaan stres berat → bisa terasa “hampa”
      Medium ekspresi diri dan kreativitas Terlalu sering impulsif buying → boros / penumpukan produk
      Menjadi cara self-reward kecil Mending jika disertai kesadaran dan batasan
    • Tips & Strategi Agar Self-Healing Lewat Makeup Lebih Sehat

      1. Sadari motifmu

        • Tanyakan: “Kenapa aku ingin make up sekarang?” — apakah karena mood buruk, stres, bosan, atau sekadar ingin bereksperimen?

        • Jika motifnya berbasis emosi, lakukan pendekatan campuran: makeup + jurnal, musik tenang, atau meditasi.

      2. Buat batas & rutinitas

        • Misalnya, siapkan “me time makeup” 30 menit sehari — bukan sekadar ketika mood buruk datang menyerang.

        • Jangan dorong diri untuk setiap hari; beri waktu istirahat kulit dan psikologis.

      3. Gunakan produk yang ramah & fungsional

        • Pilih produk ringan, yang tidak membebani kulit, agar aktivitas makeup tetap menyenangkan, bukan terasa “beban tambahan”.

        • Gunakan produk multifungsi agar koleksi tidak berlebihan.

      4. Reset belanja impulsif

        • Terapkan “cooling period” — tunggu 1–2 hari sebelum checkout produk baru.

        • Evaluasi: “Apakah aku butuh produk ini atau cuma ingin mood-boost sesaat?”

        • Buat daftar “produk idaman” agar tidak langsung tergoda diskon kilat.

      5. Jadikan prosesnya mindful

        • Saat blending, fokus pada tekstur, aroma, warna.

        • Hindari multitasking mental saat merias — lepaskan pikiran gangguan sesaat agar prosesnya benar-benar “me time”.

      6. Sisihkan kosmetik “safe kit” emosional

        • Misalnya palet eyeshadow favorite, lip tint yang selalu bikin senyum — agar saat mood buruk muncul, kamu punya “alat bantu” yang familiar dan menyenangkan.

        • Baca juga: 10 Merk Lipstik Terbaik dan Tahan Lama (Update 2025)

      Kesimpulan & Ajakan

      Makeup memang bisa jadi lebih dari sekadar riasan — bisa menjadi medium ekspresi, ritual kecil yang menenangkan, serta cara bagi kita untuk menyambung kembali dengan diri sendiri di tengah arus emosi. Namun, seperti alat terapi apa pun, kuncinya adalah kesadaran & keseimbangan.

      Jadi, kalau suatu malam kamu ingin duduk di depan cermin dan “curhat lewat kuas eyeshadow”, itu gak aneh. Itu bisa jadi cara kamu memberi sinyal ke dirimu: “Aku peduli”. Selama kamu tetap waspada agar tidak jatuh ke pola konsumsi impulsif yang merugikan, makeup bisa jadi sekutu kecil dalam perjalanan self-care dan self-healingmu.

    Previous ArticleBahaya Makeup Berlebihan: Kenali Efeknya untuk Kulit & Cara Bijak Menghindarinya
    Next Article Morpheus8: Teknologi Canggih untuk Kulit Wajah & Tubuh yang Lebih Kencang

    Related Posts

    Blush On: Panduan Lengkap Memilih, Mengaplikasikan, dan Tren Warna 2025

    12 November 2025

    Bahaya Makeup Berlebihan: Kenali Efeknya untuk Kulit & Cara Bijak Menghindarinya

    15 September 2025

    Bahaya Merkuri Pada Wajah: 4 Efek Serius & Cara Menghindarinya

    15 September 2025

    Makeup untuk Kulit Sensitif: 10 Tips & Produk Aman agar Glowing Tanpa Iritasi!

    15 September 2025

    Urutan Makeup yang Benar Agar Tahan Lama: Biar Tampil Flawless Seharian, Beauties! 💄✨

    3 September 2025

    Cara Menghapus Make Up yang Benar, Biar Nggak Bikin Kulit Breakout!

    29 Agustus 2025
    Leave A Reply Cancel Reply

    Header Logo

    Bhinnian Beauty adalah situs rekomendasi skincare terbaik di Indonesia. Jadikan Bhinnian Beauty sebagai solusi atas kecantikan Anda.

    Wisata alam yang menenangkan jiwa
    Kategori
    • Skincare
    • Makeup
    • Body & Hair
    • Review Produk
    © 2026 Bhinnianbeuaty.com.
    • Beranda
    • Tentang
    • Kategori
      • Skincare
      • Body & Hair
      • Makeup
      • Review Produk
    • Kontak
    • Halaman
      • Disclaimer
      • Privacy Policy

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.